Rabu, 17 Juli 2013

UPAYA GURU DALAM MENGIMPLEMENTASI KTSP DALAM PEMBELAJARAN FIKIH MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI MODEL KOTA JAMBI PENELITIAN MAHASISWA DAN DOSEN Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester Pada Mata Kuliah Praktek Penelitian dan Bimbingan Skripsi Dosen Pengampu : Dr. Kemas Imron Rosadi, M.Pd Oleh : Kelompok 1 (SATU) M.Agus Arisandi (TP. 100766) Mukminin (TP. 100769) Rizka Agnida (TP.100781) Sri Wahyuni A (TP. 100787) Suprapno (TP. 100792) Zaharudi MZ (TP.100799) JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI 2013 MOTTO ¨bÎ*sù yìtB ÎŽô£ãèø9$# #•Žô£ç„ ÇÎÈ ¨bÎ) yìtB ÎŽô£ãèø9$# #ZŽô£ç„ ÇÏÈ Artinya : karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.(6) Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.(Q.S. Al-Insyirah: 5 - 6) PERSEMBAHAN Karya tulis ini kami persembahkan untuk dosen pembimbing kami Bpk Dr. Kemas Imron Rosadi, M.Pd, Yang telah memberikan waktu dan ilmunya dengann ikhlas dan sabar Sehingga kami dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan baik Terima kasih atas waktu , petunjuk dan bimbingan Yang selalu engkau berikan dengan tulus Semoga karya tulis ini dapat menjadi sebuah karya yang bermanfaat Dan menjadi bukti bahwa ketulusan ilmu yang telah engkau berikan kepada kami untuk teman seperjuangan terima kasih untuk inspirasi-inspirasi dalam pembuatan karya tulis ini meski banyak hal yang kita perdebatkan dalam pembuatannya Semoga apa yang telah kita tulis bersama dapat kita terapkan Dan memudahkan kita dalam proses pembuatan skripsi kelak Yakinlah bahwa pengorbanan dan kesungguhan kita akan mendapatkan balasan yang baik dari Allah Amin ya Robbal ’Alamin.... Wahai Dzat Yang Maha Tahu Dan Maha Kasih, Hidup Dan Matiku Hanya Untukmu Dan Hamba Mohon Jadikanlah Ini Sebagai Amal Ibadahku, Amin Ya Allah.... KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, Taufiq, dan Hidayahnya, sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini. Sholawat berangkaikan salam tidak lupa penulis haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang akan memberi syafa’at kepada umatnya pada hari kiamat kelak. Dalam penulisan skripsi ini penulis ingin mengetahui bagaimana Upaya Guru di MTS. N Model Kota Jambi Dalam Mengimplementasi Pelajran Fiqih Dalam KTSP. Karena KTSP digunakan disekolah manapun yang ada di Indonesia. Penulisan skripsi ini telah selesai juga berkat dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada: Ayahanda dan Ibunda serta segenap keluarga yang telah membantu dan memotivasi penulis selam studi. 1. Bapak DR. H. Hadri Hasan, MA, Selaku Rektor IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi 2. Bapak Prof. Dr. H. Suhar AM, M. Ag, Bapak Prod. Dr. S. Sagap, M. Ag, Bapak Prof. Dr. A. Husain Ritonga, MA, Bapak Ar. M. Yusuf, M. Ed, Selaku Pembantu Rektor I,II,II, dan IV IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi 3. Bapak Dr. H. Fauzi MO Bafadhal, MA, Selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi 4. Bapak Drs. Nasrun AR, Bapak DRS. H. Saman Sulaiman, M. Ag dan Bapak Tabroni, M. Pd. I Selaku Pembantu Dekan I,II, dan III Fakultas Tarbiyah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi 5. Bapak Drs. H. Kasful Anwar, M. Ag, Selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam Beserta Jajarannya 6. Bapak Dr. Kmas Imron Rosadi, M. Pd Selaku Dosen Pembimbing Praktek Bimbingan Skripsi 7. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Tarbiyah, khususnya Jurusan Pendidikan Agama Islam 8. Bapak kepala pustaka dan staf-stafnya 9. Bapak Drs. Imtazmona, selaku kepala MTS. N Model Kota Jambi yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengadakan penelitian di madrasah yang bapak pimpin 10. Bapak dan ibu guru beserta petugas TU MTS. N Model Kota Jambi yang telah membantu penulis dalam mengumpulkan data-data yang penulis butuhkan dalam penyelesaian skripsi ini 11. Seluruh teman-teman penulis yang telah menjadi motivator demi selesainya penyusunan skripsi ini, semoga amal kebaikan mereka mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT Kendatipun demikian, penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini sangat jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis menharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca yang budiman. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Amin.... Jambi, 16 Juli 2013 Kelompok I DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL MOTTO i PERSEMBAHAN ii KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI v BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 B. Rumusan Masalah 3 C. Batasan Masalah 3 D. Tujuan Penelitian 3 E. Kegunaan Penelitian 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep implementasi kurikulum 5 B. Pengertian kurikulum dan komponen kurikulum 1. Pengertian kurikulum 5 2. Kompetensi kurikulum 7 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan penelitian 10 B. Jenis dan Sumber Data 10 C. Data sekunder 10 D. sumber Data 11 E. setting dan subyek penelitian 12 F. Jadwal Penelitian 13 BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN A. Temuan Umum 15 B. Temuan Khusus dan Pembahasan 1. Perencanaan kurikulum 23 2. Pelaksanaan Program 24 3. Hasil yang dicapai dan kendala yang dihadapi 25 4. Upaya yang dilakukan 28 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 32 B. Saran-saran 33 C. Kata Penutup 33 DAFTAR PUSTAKA 35 LAMPIRAN-LAMPIRAN 36 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelaksanaan pendidikan bagi bangsa Indonesia dalam era pembangunan ini sangat penting, karena melalui pendidikan dapat ditentukan keberhasilan dari semua pelaksanaan pembangunan yang dicita-citakan baik berupa pembangunan fisik maupun mental spiritual. Pendidikan juga merupakan syarat mutlak untuk menuju masyarakat adil, makmur dan sejahtera, sesuai dengan pendidikan nasional yang tercantum dalam undang-undang republik indonesia No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang menjelaskan tujuan pendidikan nasional ialah “untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berimandan bertaqwa kepada tuhan YME, berakhlak mulia, sehat berilmu, sikap, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga yang demokratis serta bertanggung jawab. Percepatan arus informasi dalam era globalisasi dewasa ini menuntut semua bidang kehidupan unutuk menyesuaikan visi, misi, tujuan dan strateginya agar sesuai dengan keperluan dan tidak ketinggalan zaman. Penyesuaian tersebut secara langsung mengubah tatanan dalam sistem makro, meso, maupun mikro, demikian halnya dengan sisitem pendidikan, sistem pendidikan nasional senantiasa harus dikembangkan sesuai dengan keperluan dan perkembangan yang terjadi baik ditingkat lokal, nasional, maupun global. Salah satu komponen penting dari sistem pendidikan tersebut adalah kurikulum, karena kurikulum merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh setiap satuan pendidikan, baik pengelola, maupun penyelenggara khususnya guru dan kepala sekolah, oleh karena itu, semenjak Indonesia memiliki kebebasan untuk menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak bangsanya, maka semenjak itu pula pemerintah menyusun kurikulum. Dalam hal ini, kurikulum dibuat oleh pemerintah pusat secara sentralistik, dan diberlakukan bagi seluruh anak bangsa diseluruh tanah air Berdasarkan hal tersebut diatas bahwasanya kurikulum adalahmerupakan salah satu indikator penting bagi pembaharuan pendidikan islam maka masalah lain yang muncul dari aspek kurikulum dalam arti proses belajar dan pengalaman belajar memiliki kaitan erat dengan perilaku guru dalam konteks belajar mengajar, kurikulum dalam arti produk hanya seperti blueprint bagi suatu program pendidikan. Bagaimanapun bagusnya blueprint yang telah dirancang harus didukung tenaga pengajar yang kompeten dalam bidangnya. Akhirnya blueprint tersebut akan tidak bermakna tanpa adanya pelaksanaan yang kompeten dalam bidangnya. Harus dipahami bahwa program suatu kurikulum masih memerlukan intervensi dan kreatifitas guru yang akan mengoperasionalkannya didalam proses belajar mengajar. Adanya kurikulum yang dibuat secara sisitematik ini maka setiap satuan pendidikandiharuskan untuk mengimplementasikannya sesuai dengan petunjuk teknis dan peunjuk pelaksanaan yang disusun oleh pemerintah pusat yang menyertai kurikulum tersebut. Dalam hal ini setiap sekolah hanya menjabarkan kurikulum tersebut di sekolah masing-masing dan biasanya yang berkepentingan adalah guru,tugas guru dalam kurikulum yang sentralistik ini adalah menjalakan kurikulum yang dibuat oleh pusat kurikulum kedalam suatu pelajaran sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. KTSP menjadi perbincangan hangat sepanjang tahun 2006, yaitu sejak dikeluarkannya peraturan mentri pendidikan nasional No 22,23, dan 24 tahun 2006 tanggal 23 mei 2006. Dimana berdasarkan peraturan tersebut, KTSP merupakan upaya untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih familiar dengan guru, karena mereka banyak dilibatkan dan diharapkan memiliki tanggung jawab yang memadai. Apapun kenyataannya, penerapan KTSP tetap memiliki kendala, diantaranya kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP. Ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap dan representatif merupakan salah satu syarat yang paling urgen bagi pelaksanaan KTSP. Sementara kondisi dilapangan menunjukkan masih banyak satuan pendidikan yang minim alat peraga, laboratorium serta fasilitas penunjang yang menjadi syarat utama pemberlakuan KTSP. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan bahwa di MTs.N Model Kota Jambi belum maksimal menggunakan KTSP. Karena perlulah peningkatan guru, sarana dan prasarana dan rencana yang telah disepakati dalam penggunaan KTSP agar lebih maksimal dalam penggunaan KTSP. Meskipun guru yang ada dalam sekolah MTs.N model jambi sudah lulusan S1 sarjana pendidikan, namun mereka belum bisa menggunakan kurikulum dengan baik karena mereka bukan pakar dari kurikulum tersebut. Walaupun guru mempunyai potensi dalam keahlian tertentu, namun tidak semua guru yang memilikinya oleh karena itu rencana dalam KTSP tidak bisa dilaksanakan secara sempurna, karena sebagian gelintir saja yang mempunyai keahlian khusus dalamsuatu pembelajaran. Oleh karena itu seorang guru hanya menggunakan pengajaran yang ia ketahui dalam pembelajran yang ia kusai sehingga sang anak didik tidak faham apa yang di sampaikan oleh peserta didik. Dengan sebab monoton dalam penggunaan metode pembelajaran sehingga banya siswa yang tidak faham, sehingga kurikulum kurang maksimal dalam penggunaanya. Berdasarkan dari permasalahan diatas maka penulis akan mencoba melakuakan penelitian dengan mengangkat permasalahan yang diatas tadi dengan tema“Upaya Guru Dalam Mengimimplementasi KTSP Dalam pembelajaran fikih Di Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Kota Jambi “. B. Fokus Masalah Karena luasnya penelitian ini, maka peneliti ini hanya fokus pada siswa kelas VII B “Upaya Guru Dalam Mengimimplementasi KTSP dalam pembelajaran fikih di Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Kota Jambi “. C. Rumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut: 1. Bagaimana perencanaan implementasi KTSP yang diterapkan di sekolah MTS N Model Jambi? 2. Bagaimana pelaksanaan implementasi KTSP yang diterapkan di sekolah MTS N Model Jambi? 3. Apa kendala dan upaya yang ditemui guru dalam mengimplementasikan KTSP yang diterapkan di sekolah MTS N Model Jambi? D. Batasan Masalah Agar tidak terjadi simpang siur dalam penelitian ini, maka peneliti memberikan batasan masalah dalam penelitian ini, yakni peneliti ingin mengetahui kurikulum apa yang di pakai dalam sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Kota Jambi, dan ingin mengetahui kendala atau kekurangan yang terjadi dalam penggunaan kurikulum di sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Kota Jambi. Dan peneliti lebih memfokuskan ke Kurikulum di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Jambi. E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian. Tujuan penelitian - Ingin mengetahui bagaimana implementasi KTSP yang diterapkan di sekolah MTS N Model Jambi. - Ingin mengetahui apa kendala dan upaya yang ditemui guru dalam mengimplementasikan KTSP yang diterapkan di sekolah MTS N Model Jambi. - Ingin mengetahui bagaimana hasil dari upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala pada saat mengimplementasikan KTSP di sekolah MTS N Model Jambi. Kegunaan Penelitian - Penelitian ini diharapkan dapat di gunakan bagi guru dan siswa untuk bahan informasi dan dasar penilaian dalam mendidik anak. - Untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dosen pengampu mata kuliah Praktek Penelitian Bimbingan Skripsi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.TINJAUAN PUSTAKA 1.konsep implementasi kurikulum a.pengertian kurikulum dan komponen Kurikulum 1)Pengertian Kurikulum istilah “kurikulum” digunakan perrtama kali dalam dunia olah raga pada zaman yunani kuno yang berasal dari kata curir atau curere. Pada waktu itu kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari.orang mengistilahkan dengan tempat perpacu atau tempat perlari dari mulai star sampai finish. Dalam bahasa arab istilah “kurikulum” diartikan dengan manhaj, yakni jalan yang terang, atau jalan yang dilalui oleh manusia pada bidang kehidupan. Dalam konteks pendidikan, kurikulum berarti jalan terang yang dilalui oleh pendiidk/guru dengan peserta didk untuk mengembangkan pembelajaran. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kurikulum adalah (1) perangkta mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan. (2) perangkat mata kuliah mengenai bidang keahlian khusus. Adapun definisi kurikulum menurut UUSPN No 20 Tahun 2013 bab 1 pasal 1, pengertian kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mncapai tujuan pendidikan tertentu. Salah satu fungsi kurikulum ialah sebagai akar untuk mencapai tujuan pendiidkan. Kurikulum pada dasarnya memiliki komponen-komponen penunjang yang saling yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendiidkan tertentu. kurikulum berperan untuk menyeleksi nilai dan budaya baru yang mana harus memiliki anak didik. Dalam rangka inilah peran kritis dan evaluative kurikulum diperlukan. Dari penjelasan diatas dapat penulis simpulkan kurikulum adalah seperangkat rencana pengajaran yang digunakan guru sebagai pedoman dalam kegiatan belajar mengajar disekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Sabagi salah satu komponen dalam sistem pendidikan, kuikulum memiliki tiga peran, yaitu : peran konservatif, peran kreatif, serta peran kritis dan evaluative. a) peranan konservatif, salah satu tugas dan tanggung jawab sebagai suatu lembaga pendidikan adalah mewariskan nilai-nilai dan budaya masyarakat kepada generasi muda yakni siswa. Siswa perlu memahami dan menyadari nirma-norma dan pandangan hidup masyarakatnya, sehingga ketika mereka kembali kemasyarakat, mereka dapat menjunjung tinggi dan berprilaku sesuai dengan norma-norma tersebut. Peran konservatif kurikulum adalah melestarikan berbagai nilai budaya. b)Peranan kreatif, dalam peranan kreatifnya kurikulum harus mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya agar dapat berperan aktif dalam kehidupan social masyarakat yang snantiasa bergerak. c)peranan kristis dan evaluative, tidak setiap nilai dan budaya lama harus tetap dipertahankan, karena terkadang nilai budaya lama itu sudah tidak sesuai dengan tuntunan perkembangan zaman, oleh karena itu kurikulum berperan untuk menyeleksi nilai dan budaya mana yang perlu dipertahankan. 2)Kompetensi Kurikulum Salah satu fungsi kurikulum adalah sebagai akar untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum pada dasarnya memiliki komponenpenunjang yang saling berkaitan satu sama lain dalam menyampai tujuan. Lima komponen kurikulum antara lain : a) Komponen tujuan Tujuan merupakan hal yang akan dicapai oleh sekolah secara keseluruhan yangm mencakup tiga dimensi kognitif, afektif dan psikomotorik. Adapun tujuan pendiidkan nasional Indonesia tercantum dalam UURI NO 20 tahun 2003 pasal 3, tujuan pendidikan adalah “Pendiidkan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,sehat,berilmu,cakap, kreatif, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab” Tujuan pendidikan diatas pada dasarnya untuk membentuk pesertadidik menjadi manusa yang memiliki ilmu pengetahuan, beriman dan bertakwa, serta menjadi manusia yang bertanggung jawab dan menebarkan kebaikan. Hal ini mempunyai kesamaan fisik dengan tujuanpendiidkan islam sabagimana yang difirmankan Allah dalam surah al-qoshos ayat 77 yang artinya: “. dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” b) Komponen isi Kurikulum Fuaddin mengemukakan beberapa criteria yang digunakan untuk menyusun materi kurikulum, antara lain : 1. Contitunitas (kesinambungan) 2. Sequences (urutan) 3. Integration (keterpaduan) 4. Flexibility (kelenturan) c) Komponen media atau sarana pasarana Media merupakan perantara untuk menjelaskan isi kurikulum apa yang lebih mudah dipahami oleh peserta didik, diharapkan dapatmempermudah proses belajar. Oleh karena itu pemanfaatan dan pemakaian media dalam pembelajaran secara tepat terhadap poko bahasan yang disajikan kepada peserta didik untuk menanggapi, memahami isi materi yang guru sampaikan dalm kegiatan belajar mengajar. Ketepatan pemilihan media yang digunakan oleh guru akan membantu dalam penyampaian materi pembelajaran. d) Komponen strategi strategi ialah melakukan pendekatan metode dan peralatan mengajar yang diusahakan oleh guru dalam proses belajar-mengajar. Dengan adanya strategi pembelajaran diharapkan dapat membantu guru dalam menyampaikan materi sehingga siswa tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran dan materi yang disampaikan oleh guru dapat dimengerti oleh siswa. e) Komponen proses belajar mengajat Yang dimaksud dengan komponen proses belajar mengajar adalah materi yang diajarkan oleh guru dan dipelajari oleh sisiwa. Komponen ini sangat penting dalam sistem pembelajaran karena diharapkan melalui proses belajar mengajar dapat terciptanya proses transfer pengetahuan sesuai dengan tujuan yang telah dibuat. Oleh karena utu dalam proses belajar mengajar guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif. b. fungsi kurikulum Alexander inglis dalam wina sanjaya, mengemukakan enam fungsi kurikulum bagi siswa : 1) Fungsi oenyesuaian (the adjustive or adptive function) bahwa kurikulum harus membuat siswa agar mampu menyesuaikan diri dalm kehidupan social masyarakat 2) Fungsi integrasi (the integrating function) Bahwa kurikulum haru dapat mengembangkan pribadi siswa secra utuh 3) Fungsi difernsiasi (the differentiating function) bahwa kurikulum harus dapat melayani setiap siswa dengan segala keunikannya 4) Fungsi persiapan (the preparation function) bahwa kurikulum harus dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak baik untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi maupun untuk kehidupan masyarakat. 5) Fungsi pemilihan (the selektif function) fungsi kurikulum yang dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan bakat dan minatnya. 6) Fungsi diagnostic (the diagnostic function) fungsi untuk mengenal berbagai kelemahan dan kekuatan siswa BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif yang dilihat melalui sudut pandang pendidikan dengan mengkaji tentang upaya guru dalam mengimplementasi kurikulum ktsp dimadrasah tsanawiyah negeri Model Kota Jambi B. Sumber Data 1. Jenis Data a. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati, dan dicatat untuk pertama kalinya. Data primer yang penulis maksudkan dalam penelitian ini adalah data tentang upaya guru dalam menerapkan kurikulum ktsp di MTsN Model Kota Jambi, khususnya mengenai : 1.) Bagaimana perencanaan implementasi KTSP yang diterapkan di sekolah MTS N Model Jambi? 2.) Bagaimana pelaksanaan implementasi KTSP yang diterapkan di sekolah MTS N Model Jambi? 3.) Apa kendala dan upaya yang ditemui guru dalam mengimplementasikan KTSP yang diterapkan di sekolah MTS N Model Jambi? 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oeh peneliti, misalnya dari biro statistik, majalah, koran, keterangan-keterangan atau publikasi lainnya. Data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diambil mengenai gambaran umum MTsN Model Kota Jambi, seperti : 1. Historis dan geografis 2. Struktur dan organisasi 3. Keadaan majelis guru dan peserta didik 4. Keadaan sarana dan prasarana 3. Sumber data Sumber data adalah dimana data diperoleh. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini orang yang meliputi : a. Guru b. Murid c. Arsip C. Setting dan Subjek Penelitian 1. Setting Penelitian Lokasi penelitian in di MTsN Model Kota Jambi, dengan alasan kegiatan ekstakulikuler sarana dan prasarananya yang masih dihadapkan ada permasalahan upaya guru dalam membina anak mengikuti kegiatan ekstra kulikuler di MTsN Model Kota Jambi dan permasalahan ini belum pernah diteliti oleh peneliti sebelumnya. 2. Subjek Penelitian Subjek yang diteliti adalah guru atau pelatih, serta murid yang diambil dengan menggunakan cara purposive sampling yaitu” ... teknik yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu yang diperkirakan erat sangkut pautnya dengan ciri-ciri atau sifat-sifat yang ada dalam populasi yang sudah diketahui sebelumnya.” D. Metode Pengumpulan Data 1. Observasi 2. Wawancara 3. Dokumentasi E. Teknik Anailisis Data Setelah pengumpulan data, maka data yang diperoleh terlebih dahulu diseleksi menurut kelompok variabel-variabel tertentu dan dianalisis melalui segi kualitatif dengan teknik : 1. Analisis Domain Analisis domain pada umumnya dilakukan untuk memperoleh gambaran yang umum dan menyeluruh tentang situasi sosial yang diteliti atau objek penelitian. Data diperoleh dari grand tour dan minitour question. Analisis domain ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari lapangan penelitian secara garis besarnya yaitu mengenai masalah upaya guru dalam menngimplementasi kurikulum ktsp di MTsN Model Kota Jambi. 2. Analisis Taksonomi Setelah peneliti melakukan analisis domain, sehinggga ditemukan domain-domain atau kategori dari situasi sosial tertentu, maka selanjutnya domain yang dipilih oleh peneliti dan selanjutnya ditetapkan sebagai fokus penelitian, perlu diperdalam lagi melalui pengumpulan data di lapangan. Pengumpulan data dilakukan secara terus menerus melalui pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi sehingga data yang terkumpulkan menjadi banyak. Analisis taksonomi ini digunakan dalam menganalisis data tentang upaya guru dalam mengimplementasi kurikulum ktsp di MTsN Model Kota Jambi. 3. Analisis komponensial Pada analisis komponensial, yang dicari untuk diorganisasikan dalam domain bukanlah keserupaan dalam domain, tetapi justru yang memiliki perbedaan atau yang kontras. Data ini dicari melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang terseleksi. Dengan teknik pengumpulan data yang bersifat triangulasi tersebut, sejumlah dimensi yang spesifik dan berbeda pada setiap elemen akan dapat ditemukan. Analisis komponensial ini digunakan untuk menjawab permasalahan-permasalahan upaya guru dalam mengimplementasi kurikulum ktsp di MTsN Model Kota Jambi. F. Triangulasi Data Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan suatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai perbandingan terhadap data itu. Ada empat macam triangulasi yaitu dengan menggunakan kejujuran peneliti, metode, teori, dan sumber data. G. Jadwal Penelitian No Kegiatan Bulan Ke, Tahun 2013 April Mei Juni Juli Agustus 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Persiapan penelitian X 2 Menyusun atau menulis konsep proposal x 3 Mengajukan judul keFakultas untuk persetujuan judul x 4 Konsultasi dengan dosen pembimbing x x 5 Seminar proposal x 6 Pengesahan judul x 7 Izin atau perintah riset x 8 Pelaksanaan riset x 9 Penulisan konsep skripsi x x x 10 Konsultasi kepada dosen pembimbing x X 11 Penggandaan skripsi x x 12 Munaqasah dan perbaikan x x x 13 Penggandaan skripsi dan penyampaian skripsi kepada tim Penguji dan Fakultas x x BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN A. TEMUAN UMUM 1. Sejarah dan Letak Geografis Madrasah Tsanawiyah Model Kota Jambi Madrasah Tsanawiyah Negeri ( MTsN ) Model Jambi merupakan salah satu lembaga` pendidikan setingkat dengan Sekolah Menengah Pertama ( SMP). Keberadaan MTsN Model Jambi di Kota Jambi adalah sebagai salah satu upaya pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama untuk memacu Madrasah Tsanawiyah khususnya di Kota Jambi agar kelak dapat sama-sama maju dan berprestasi seimbang dengan SMP dalam Kota Jambi, bila perlu dapat mengunggulinya. Dan disatu sisi, salah satu modal MTsN Model adalah sekolah umum yang berciri khas Islam, disinilah letak kelebihan dan keunggulan dari sekolah-sekolah lain. Sehubungan dengan hal tersebut dalam perkembangannya keberadaan MTsN Model Jambi yang secara resmi dikukuhkan menjadi MTsN Model Jambi oleh Dirjen Binbaga Islam Departemen Agama RI pada tanggal, 14 Maret 1998, secara bertahap senantiasa dilakukan pembenahan dan perbaikan, baik pada aspek tertib administrasi Kepala Madrasah dan guru, tertib administrasi keuangan, tertib administrasi perlengkapan, tertib administrasi kepegawaian/ketenagaan, administrasi proses belajar mengajar, praktikum dan lain sebagainya. Selama kurun waktu lima tahun terakhir perkembangannya menunjukkan adanya peningkatan yang cukup berarti, baik pada jumlah siswa yang mendaftar maupun perolehan NEM setiap tahun. Akan tetapi bila dianalisa lebih mendalam perbandingan antara beban kerja MTsN dengan jumlah tenaga yang tersedia satu sisi dirasa telah mencukupi tenaga guru mata pelajar agama ( PAI ), akan tetapi pada sisi lain terjadi kekurangan khususnya pada mata pelajaran tertentu. Dalam kondisi seperti itu upaya untuk mewujudkan madrasah yang berprestasi secara simultan tetap diupayakan peningkatannya. Visi Madrasah Madrasah Tsanawiyah Negeri ( MTsN ) Model Jambi merupakan salah satu lembaga pendidikan setingkat dengan Sekolah Menengah Pertama ( SMP ). Keberadaan MTsN Model Jambi di Kota Jambi adalah sebagai salah satu upaya pemerintah dalam hal ini Departemen Agama untuk memacu Madrasah Tsanawiyah khususnya di Kota Jambi agar kelak dapat sama-sama maju dan berprestasi seimbang dengan SMP dalam Kota Jambi, bilamana perlu dapat mengunggulinya. MTsN Model Jambi mempunyai Visi sebagai berikut: “MTs Sebagai Lembaga Pendidikan Umum Bercirikhas Islam, Mampu Menghasilkan Sumber Daya Manusia yang Berwawasan dan Mampu Bersaing di Tingkat Lanjut“ Misi Madrasah  Menyukseskan wajib belajar sembilan tahun;  Mewujudkan pembinaan pendidikan secara terbuka dan bermutu;  Mewujudkan Madrasah sebagai basis peningkatan mutu yang didukung partisipasi masyarakat;  Meningkatkan pembinaan siswa-siswi berbudi pekerti yang baik;  Meningkatkan minat baca siswa dan siswi;  Menjadikan siswa-siswi bebas buta baca tulis Al-Qur’an. TUJUAN 1. Memberikan pelayanan yang maksimal pada siswa-siswi, wali murid dan masyarakat. 2. Meningkatkan mutu pendidikan. 3. Membentuk siswa-siswi yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. 4. Menjadikan madrasah pusat kegiatan handal dan bermutu. 5. Penampilan madrasah yang indah. Sebagai umpan balik dari itu semua MTsN Model Kota perlu menunjukkan prestasi-prestasi kredibilitas dengan peningkatan perencanaan kinerja, sasaran program, maupun sumber daya organisasi MTsN Model Kota Jambi yang lebih tinggi yang akhirnya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Departemen Agama. A. Struktur Organisasi Struktur adalah suatu susunan personil yang tergabung dalam suatu organisasi. Melalui struktur organisasi inilah maka dapat dilihat tugas, wewenagn, dan bidang kerja yang ada dalam organisasi tersebut. B. Keadaan Guru dan Murid. 1. KEPALA MADRASAH N a m a : Drs. Imtazmona N I P. : 195909231986031003 Tempat/Tgl.Lahir : Yogyakarta, 23-09-1959 Pangkat/Golongan : Pembina ( IV/a ) Pendidikan Terakhir : S.I . IAIN, Fak.Tarbiyah Masa Kerja : 26 Tahun 10 Bulan 2. KEADAAN TENAGA PENGAJAR / GURU Jumlah Guru Tetap yang mengajar pada Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Model Jambi sampai tahun pelajaran 2011/2012 sebanyak ....... Orang. Untuk mendapatkan gambaran sesungguhnya terhadap jumlah guru sesuai dengan kualifikasinya sebagai berikut NO JURUSAN Pendidikan Guru Status Honorer SLTA DI/3 S1/S2 Jlh NIP.15 NIP.13 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. P A I Matematika PPKN I P A I P S B. Indonesia B. Inggris B. Arab Penjaskes Kertakes M u l ok B K TIK - - - - - - - - - - - - 1 - 1 1 - - - - - - - - - 2 8 5 1 5 5 6 5 3 2 2 2 5 - 8 6 - 5 5 6 5 3 2 2 2 5 3 6 3 - 4 5 6 4 3 2 2 - 5 - 3 - 1 - - - - - - - - 2 - 2 - - - 1 - - - 2 - 3 J u m l ah 1 2 49 52 42 4 10 Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa kualifikasi pendidikan guru pada MTsN Model Jambi sebagai berikut : • Guru yang perpendidikan S1 sebanyak 47 orang (94%) dan Pendidikan D1/D3 sebanyak 2 orang (3%). Dan Pendidikan S2 sebanyak 2 orang (3%). • Guru Kementerian Agama (Kemenag) sebanyak 42 Orang (73,1%) dan Dinas Pendidikan sebanyak 4 Orang (7,7%) dan guru honorer (GTT) sebanyak 10 orang (19,2%). 3. DATA SISWA MTsN MODEL JAMBI No Kls Jlh Siswa 2003/2004 Jlh. Siswa 2004/2005 Ket. Robel Lk Pr Jlh Robel Lk Pr Jlh 1. I 6 114 146 260 6 134 119 253 2. II 7 125 141 266 6 97 140 237 3. III 5 80 97 177 6 117 141 258 18 319 384 703 18 348 400 748 No Kls Jlh Siswa 2006/2007 Jlh. Siswa 2007/2008 Ket. Robel Lk Pr Jlh Robel Lk Pr Jlh 1. VII 6 110 116 226 6 116 139 255 2. VIII 6 133 128 261 6 119 125 244 3. IX 6 127 123 250 6 133 122 255 18 370 367 737 18 368 386 754 No Kls Jlh Siswa 2008/2009 Jlh. Siswa 2009/2010 Ket. Robel Lk Pr Jlh Robel Lk Pr Jlh 1. VII 7 115 110 225 6 94 116 210 2. VIII 6 110 136 249 7 113 112 225 3. IX 6 108 124 231 6 110 128 638 Nnnnn 19 333 372 705 19 317 356 673 No Kls Jlh Siswa 2010/2011 Jlh. Siswa 2011/2012 Ket. Robel Lk Pr Jlh Robel Lk Pr Jlh 1. VII 7 135 148 283 7 116 165 281 2. VIII 6 96 116 212 7 120 150 270 3. IX 6 102 132 234 5 80 115 195 19 333 396 729 19 316 429 746 No Kls Jlh Siswa 2012/2013 Jlh. Siswa 2013/2014 Ket. Robel Lk Pr Jlh Robel Lk Pr Jlh 1. VII 6 112 149 261 2. VIII 7 116 147 265 3. IX 7 118 151 269 20 346 447 795 4. K U R I K U L U M a. Terhitung pada tahun pelajaran 2007/2008 dan 2008/2009 Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Model Jambi menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). b. Mulai tahun pelajaran 2009/2010 s.d. sekarang tahun pelajaran 2012/2013 Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Model Jambi sepenuhnya menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) MTsN Model Jambi 5. KEADAAN RUANG BELAJAR ( SARANA BELAJAR SISWA ) No Gedung Lantai Th.. Anggaran Sumber Dana KONDISI Luas Dlm M2 K e t B S R 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.21. 22. 23 Lab. Bahasa Perpustakaan R.Komputer R. Kantor R. Belajar Labor IPA R. Belajar R. Belajar R. Belajar R. Belajar R. Belajar R. Belajar R. Belajar R. Belajar R. Belajar Mushalla Rumah Penjaga W C Pos Satpam R. Belajar Lap. Upacara Musholla WC Guru 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1 Lantai 1997/1998 1997/1998 1994/1995 1993/1994 1993/1994 1994/1995 1990/1991 1993/1994 1996/1997 1991/1992 1998/1999 1990/1991 1991/1992 2003/2004 2005/2006 1994/1995 1996/1997 2001/2002 2001/2002 2009/2010 2009/2010 2010/2011 2011/2012 APBN APBN APBN APBN APBN APBN APBN APBN APBN BP.3 APBN BP.3 BP.3 BP.3 APBN BP.3 BP.3 BP.3 BP.3 APBN Swadaya Swadaya Swadaya X X - - - - - - - X - - - X X - - - X X X X - - X X X X X X - - X - - - - X - - - - - - - - - - - - - - X - X X X - - - X X - - - - 100 100 120 56 210 102 80 105 201 65 194 168 112 112 128 100 70 12 12 128 ± 900 200 80 Memperhatikan data sarana belajar siswa pada tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa sebahagian besar sarana belajar siswa dalam kondisi sedang, artinya sudah ada yang perlu mendapatkan perhatian perbaikan dan sarana lainnya dalam kondisi cukup parah seperti 4 ruang belajar, rumah penjaga sekolah, dan WC siswa yang belum memadai. Disamping itu yang sangat penting adalah kelengkapan atau peralatan belum memadai seperti peralatan dan kelengkapan di ruang La. Komputer, Lab. Bahasa, Labor IPA, dan Perpustakaan. Serta perlunya penambahan atau peningkatan gedung belajar mengingat makin besarnya minat orang tua memasukan anaknya ke MTsN Model Kota Jambi. Kemudian untuk diketahui bahwa sejak tahun anggaran 1997/1998 MTsN Model Jambi hingga Tahun 2009/2010 belum ada perbaikan yang mendasar dan menyeluruh sarana belajar melalui APBN. Dan baru tahun 2010 keatas dilakukan perbaikan dan rehab melalui dana DIPA. 6. BUKU PELAJARAN , PERALATAN DAN MEDIA PENDIDIKAN. Adapun Buku pegangan Guru, Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Jambi telah menggunakan Buku pegangan Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk Siswa Kelas VII, VIII, IX, kemudian pada tahun pelajaran 2004 – 2005 MTsN Model Jambi telah mengadakan Kontrak kerjasama pengadaan Komputer dengan Perusahaan yang disetujui oleh Komite Sekolah untuk proses belajar mengajar siswa MTsN Model Jambi pada bidang study Tekhnologi Informasi dan Kumunikasi sebanyak 22 Unit Komputer, sampai saat ini sebagian besar sudah mengalami kerusakan, kemudian mendapat bantuan dari Kanwil Depag Prov. Jambi sebanyak 16 Unit pada tahun 2008. Pada tahun 2010 Kanwil Kemenag Provinsi Jambi memberi bantuan 2 Unit Lap Top. Dan melalui anggaran DIPA pembelian 2010 10 Unit Komputer. 7. SUMBER DANA Proses pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Negeri ( MTsN ) Model Jambi disamping menggunakan sumber dana yang telah di tetapkan melalui DIPA juga dibantu oleh dana yang bersumber dari BOS khusus untuk siswa. Demikianlah, gambaran sekilas Madrasah Tsanawiyah Negeri ( MTsN ) Model Jambi kami sajikan dengan penuh harapan kiranya mendapat perhatian dari pihak – pihak yang berkompeten berupan bantuan dan masukan yang sifatnya membangun. B.Temuan khusus dan pembahasan 1. Bagaimana Perencanaan kurikulum di MTs. N Model Kota Jambi ? Kurikulum sangatlah penting dalam suatu pendidikan, oleh karena itu kurikulum adalah suatu sarana intervensi pendidikan yang terencana, dirancang secara eksplisit untuk meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan kompetensi dari mereka yang terlibat, berdasarkan tujuan, materi, metode dan prosedur evaluasi yang sesuai untuk menentukan hasil pendidikan Kemudian Kebanyakan orang menganggap bahwa dengan sering bergantinya kurikulum akan semakin baik pendidikan di Indonesia, namun pada kenyataannya tidak. Seperti yang ada di MTS. N Model Jambi yang kami temui bahwa pembelajaran fiqih kurang maksimal. Hasil observasi menunjukkan bahwa di MTS. N Model jambi,di temukan bahwa perencanaan yang dilakukan oleh waka kurikulum untuk memajukan sekolahnya ada beberapa yang dilakukan di sekolah tersebut. Langkah-langkah kurikulum ada beberapa hal yang sudah direncanakan, ini dapat dilihat dari, hasil wawancara dengan waka kurikulum sebagai berikut “perencanaan yang dilakukan di sekolah tersebut melalui materi pembelajaran dengan sistem KTSP, seperti pembuatan rpp sebelum proses pembelajaran berlangsung dan pembuatan silabus oleh setiap guru mata pelajaran sehingga apayang akan diajarkan sesuai dengan silabus dan rpp yang telah dibuat. adapun mata pelajaran yang ada di MTs. N Model Kota Jambi sebagai berikut; Materi agama meliputi :1. Al-Qur’an Hadist, 2. Akidah Akhlak, 3. Fiqih, 4. Ski. Materi bahasa meliputi :1. Bahasa Indonesia, 2. Bahasa inggris, Bahasa Arab. Mareti sosial meliputi :1. Ilmu pengetahuan sosial, 2. Ppkn, 3. Materi Eksak meliputi :1. Matematika, 2. Ilmu pengetahuan alam (ipa) meliputi biologi dan fisika kimia, 3. Olah raga, 4. Seni Budaya, 5.TIK” Materi Mulog meliputi ; NO KELAS V11 KELAS V111 KELAS X1 1 Baca Al-Qur’an Bahasa Arab Tahlil 2 Tajwid Tata bahasa arab 3 Tahfiz 2. Bagaimana pelaksanaan implementasi KTSP yang diterapkan di sekolah MTS N Model Jambi? Dalam pelaksanaan dalam implementasi KTSP di MTS. N Model Jambi bahwa pelaksanaannya kurang sesuai dengan yang direncanakan oleh waka kurikulum yang mana dalam pelaksanaannya guru belum sesuai dengan yang diharapkan oleh waka kurikulum. Masih ada beberapa guru yang masih belum rutin membuat rpp, terkadang rpp itu dibuat secara borongan tidak perhari, mungkin karena kesibukan lain dan itu yang menjadi hambatan dalam penerapan kurikulum di mts model ini Pendapat tersebut di atas kemudian diperkuat dengan ungkapan salah seorang guru di Madrasah Tsanawiyah model kota jambi sebagaimana hasil wawancara penulis dengan beliau sebagai berikut : Bahwa penerapan kurikulum ktsp di madrasah tsanawiyah kota jambi telah berlangsung baik tetapi masih jauh dari kesempurnaan, seperti terkadang guru tidak setiap memberi materi pembelajaranya membuat RPP terkadang terkendala oleh waktu pembuatan rpp yang mepet dan sebagainya, selain itu didalam ktsp dituntut agar siswa yang aktif belajar tetapi terkadang guru lebih banyak member penjelasan disbanding siswa Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, bentuk pelaksanaan yang dilakukan guru dalam mata pelajaran fiqih kurang maksimal.Hasil wawancara dengan waka kurikulum sebagai berikut; “Dari hasil dilapangan, bahwa pelaksaan kurikulum di MTs.N Model Kota Jambi belum maksimal dalam penggunaan kurikulm yang dilakukan oleh guru di sekolah tersebut. setelah kami adakan penelitian dengan waka kurikulum di MTs. N Model Jambi ternyata di sekolah tersebut benar menggunakan kurikulum KTSP, tapi masih ada guru yang tidak setiap memberikan materi pembelajaran dengan rpp dan siswa juga masih terlihat pasif dibandingkan guru yang banyak menerangkan didepan kelas 3. Kendala yang terjadi di sekolah MTs.N Model Jambi Dalam suatu proses pelaksanaan pasti berawal dari kesalahan dalam menuju kebaikan dan kesempurnaan, oleh karena itu dalam pelaksanaan yang direncanakan oleh waka kurikulum di MTS.N Model Jambi, banyak sekali kendala yang di alami oleh para majelis guru dalam mengimplementasikan KTSP di sekolah tersebut, hasil observasi dan wawancara dengan waka kurikulum sebagai berikut; 1. Sarana dan prasarana Sarana dan prasarana yang masih minim untuk sosialisasi penerapan kurikulum ktsp membuat terhambatnya implementasi kurikurikulum ktsp dalam proses pembelajaran. Selain itu media pembelajaran yang ada masih sangat minim sehingga tuntutan yang ada dalam kurikulum ktsp untuk membuat siswa aktif dalam pembelajaran terhambat. Seperti dalam pembelajaran akidah akhlak misalnya pada materi pembelajaran “akhlak terpuji dan tercela” seharusnya setelah penjelasan dari guru mengenai materi tersebut anak-anak disuruh untuk mempraktekkan dalam bentuk drama bagaimana akhlak terpuji dan tercela sehingga anak didik dapat berperan aktif dalam pembelajaran, akan tetapi karena sarana – prasarana serta media dan wktu pembelajaran yang kurang sehingga peserta didik hanya dapat mendengarkan penjelasan guru di kelas. Hal diatas di perkuat oleh pendapat dari salah seorang guru yang mengajar di madrasah tsanawiyah model Kota Jambi “Dikarenakan sarana dan prasaran yang belum memadai dalam pembelajaran, seperti penggunaan pembelajaran dengan media. Dan belum adanya sosialisasi secara langsung bagaimana metode pelaksanaan KTSP dari pusat sehingga guru ada yang berhasil dalam pelaksanaan kurikulum KTSP dan ada juga yang belum”. Untuk memperkuat pendapat tersebut di atas, penulis kemudian melakukan observasi di lapangan penelitian, yakni pada saat kegiatan belajar mengajar di Madrasah Tsanawiyah Model Kota Jambi. Dan pada saat guru bidang studi sedang menjelaskan tentang iman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, ternyata terdapat beberapa siswa yang mengobrol.. Dari keterangan tersebut di atas, penulis menyimpulkan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana di madrasah tsanawiyah model Kota jambi menghambat proses pembelajaran dan penerapan kurikulum ktsp dalam pembelajaran . Keterbatasan tersebut berdampak pada kondisi siswa yang kurang termotivasi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam kelas. Disamping itu juga, dengan terbatasnya sarana buku diktat membuat guru bidang studi harus pro aktif dalam pembelajaran dibanding siswa. 2. Latar belakang pendidikan siswa yang beraneka ragam Disamping persoalan sebagaimana telah dijelaskan di atas, latar belakang pendidikan siswa menjadi persoalan tersendiri dalam menciptakan iklim belajar yang kondusif. Adapun siswa kelas VIII yang belajar di Madrasah Tsanawiyah model Kota Jambi pada umumnya berasal dari Sekolah Dasar dan sedikit sekali yang berasal dari Madrasah Ibtidaiyah. Adapun kendala yang muncul dalam hal ini adalah minimnya pemahaman keagamaan mereka, terutama dalam hal kefasihan membaca al Qur’an. Untuk lebih jelas, berikut hasil wawancara penulis dengan guru bidang studi fikih serta wali kelas dari kelas VIII, sebagai berikut: Mayoritas siswa kelas VIII yang belajar di Madrasah Tsanawiyah negeri model Kota Jambi berasal dari sekolah umum atau Sekolah Dasar, adapun siswa tamatan dari Madrasah Ibtidaiyah hanya sepertiga dari jumlah keseluruhan anggota kelas. Dan umumnya mereka yang berasal dari Sekolah Dasar tidak memiliki pemahaman agama yang mumpuni, bahkan masih ada diantara mereka yang baru mengeja dalam membaca al Qur’an. Kondisi ini secara otomatis mempengaruhi saya dalam menyampaikan pelajaran. Sebagai contoh, ketika saya menjelaskan tentang shalat dan menampilkan ayat-ayat al Qur’an dan Hadits Nabi, kebanyakan siswa tidak memahami betul, sehingga saya kadang-kadang mengulangi bacaan al Qur’an lengkap dengan maknanya dua kali, bahkan tiga kali. Sehingga dengan demikian, penyampaian materi pelajaran dalam kondisi ini membutuhkan waktu yang cukup banyak dalam menjelaskan materi pelajaran kepada mereka. Pendapat tersebut di atas diperkuat dengan ungkapan salaseorang siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Model Kota Jmanbi yang bernama khairul dalam sebuah wawancara penulis mengatakan: “Rata-rata kami yang belajar di madrasah ini tamatan dari Sekolah Dasar yang kebetulan lokasinya dekat dengan rumah kami. Ketika kami belajar di Sekolah Dasar, sedikit sekali pelajaran agama yang diberikan di sekolah, bahkan tidak ada tambahan kegiatan lainnya seperti bimbingan baca al Qur’an dan lain sebagainya. Kami hanya belajar al Qur’an di rumah, dan itupun sangat terbatas waktunya. Dengan demikian, pengetahuan kami tentang materi-materi keagamaam sangat sedikit sekali, dan kamipun kurang lancar dalam membaca al Qur’an. Sehingga ketika guru menjelaskan pelajaran dengan membacakan ayat-ayat al Qur’an atau Hadits Nabi kami tidak langsung bisa menangkap pelajaran, kecuali setelah guru mengulanginya beberapa kali, lalu dimintanya kami untuk mengulangi bacaannya hingga beberapa kali, baru kemudian dijelaskannya.” Untuk membentuk opini yang kuat, maka penulis melakukan observasi di lapangan penelitian dengan cara melihat dokumentasi buku induk siswa di ruang tata usaha. Setelah mendapatkan data yang diperlukan, kemudian penulis langsung mengamati proses belajar mengajar bidang studi Fiqih di kelas. Hasil observasi penulis menunjukkan bahwa ternyata guru bidang studi mengulangi bacaan ayat-ayat al Qur’an hingga dua kali, bahkan pernah sampai tiga kali. Dan siswa yang diminta oleh guru bidang studi untuk mengulangi bacaannya, terkadang diulang-ulang bacaannya hingga beberapa kali. Lebih lanjut penulis tegaskan bahwa, pada saat guru menerangkan materi pelajaran, siswa tidak langsung bisa memahami penjelasan guru. Mereka terkadang bertanya kembali tentang pertanyaan yang sama sebagaimana telah ditanyakan oleh temannya yang lain. Namun karena kompetensi keagamaan yang masih rendah membuat aktivitas belajar mengajar menjadi lamban dan membutuhkan waktu tambahan. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut di atas, dan kemudian diperkuat dengan hasil observasi di lapangan penelitian, penulis menyimpulkan bahwa siswa tamatan dari Sekolah Dasar menjadi faktor dominan yang dapat menimbulkan kendala bagi guru bidang studi fiqh di Madrasah Tsanawiyah model Kota Jambi dalam menyampaikan materi pelajaran di depan kelas. Sehingga materi yang disampaikan kepada mereka, tidak dapat langsung dicerna dengan baik dan maksimal, namun membutuhkan proses panjang dengan dukungan waktu dan sarana yang memadai. 3. UpayaYang Dilakukan Agar implementasi kurikulum ktsp berjalan baik a. Melengkapi sarana pendukung belajar Sarana merupakan salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan prestasi belajar, tanpa adanya sarana maka akan timbul kesulitan dalam belajar,berikut hasil wawancara penulis dengan guru bidang studi akidah akhlak serta wali kelas dari kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Al-Jauharein Kelurahan Tanjung Johor Kota Jambi, yaitu : “ Kurangnya sarana-prasarana dan media dalam proses pembelajaran menjadikan salah satu factor terhambatntya proses belajar mengajar sehingga penerapan kurukilum ktsp berjalan kurang efektif” Hal senada juga di utarakan oleh guru bidang studi akidah akhlak, Disaat saya mengajar hanya mengandalkan satu buku, sedangkan siswa disuruh mencatat materi yang akan dipelajari, sehingga waktu habis begitu saja, hal ini dapat menghambat saya dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Akan tetapi apabila siswa mempunyai buku pinjaman dari Madrasah, maka akan lebih membantu saya dalam mengajar dikelas. Kedua pendapat tersebut diperkuat dengan hasil wawancara penulis dengan waka kurikulum Kondisi Madrasah masih kekurangan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran seperti ketiadaan laboratorium, kurangnya buku-buku paket dan kurangnya perangkat Komputer. Padahal keberadaan media tersebut sangat di butuhkan dalam meningkatkan prestasi siswa, sebab tanpa adanya media pendukung maka siswa-siswi kita tidak dapat belajar secara optimal di dalam pembelajaran. Untuk melihat validitas data, maka penulis melakukan observasi di lapangan penelitian yakni keterbatasan buku dalam interaksi belajar mengajar memang terbukti, karena hanya guru yang memiliki buku paket sedangkan siswa lebih banyak mencatat dan membuat waktu pelajaran habis begitu saja. Bukan sampai disitu saja, selain keterbatasan buku paket di madarah ini juga tidak memiliki laboratorium dan kurangnya perangkat komputer sebagai sarana penunjang pembelajaran. Berdasarkan informasi tersebut di atas, penulis menyimpulkan bahwa keterbatasan sarana pendukung belajar seperti buku-buku paket, ketiadaan laboratorium dan perangkat komputer menjadi penghambat usaha guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Model Kotra Jambi. Kurangnya sarana menjadi hal yang harus diperhatikan pimpinan tertinggi di madrasah ini, Berikut hasil wawancara penulis dengan wakil kepala madrasah bidang sarana dan prasarana : Bantuan dari pihak luar madrasah memang ada, namun bantuan tersebut hanya di alokasikan untuk kepentingan bangunan madrasah saja, sebab madrasah ini bangunannya memang harus diperbaiki melihat dari kondisi bangunan yang sudah tidak layak. Selain perbaikan di madrasah ini juga membangun bangunan kelas, sebab bangunan merupakan salah satu sarana terpenting dalam menununjang pembelajaran dan prestasi belajar siswa. b. Menerapkan kurikulum ktsp sdalam pembelajaran Menerapkan kurikulum ktsp dalam setiap pembelajaran adalah agar proses pembelajaran dapat berjalan sebagaimana yang telah direncanakan oleh dinas pendidikan, sehingga proses pembelajaran dapat tterukur dan mendapatkan kemajuan yang signifikan, Adapun upaya dalam penerapan kurikulum ktsp adalah dengan antara lain dengan membuat silabus dan rpp oleh guru mata pelajaran dalam memberi materi pembelajaran dan memberikan kesempatan kepada siswa agar berperan aktif dalam proses pembelajaran dengan cara menumbuhkan minat yang dilakukan oleh guru terhadap sesuatu pada dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana pengetahuan atau kecakapan tertentu yang mempengaruhi dirinya, memuaskan dan melayani kebutuhan-kebutuhannya. Begitu juga dengan siswa, jika siswa sudah sadar bahwa belajar merupakan alat untuk mencapai beberapa tujuan yang dianggap penting maka belajarnya akan membawa kemajuan pada dirinya dan otomotis dia bersemangat dalam mempelajari hal tersebut. Pada kenyataannya tidak semua siswa sadar akan hal itu dan tidak semua siswa memiliki minat intrinsik yang sama, dengan ketidaksamaan minat tersebut guru hendaknya mengetahui seberapa besar minat siswa tersebut terhadap pelajaran. c. Menciptakan suasana belajar yang menarik dan kondusif Sebagaimana diketahui seorang guru mengajar tentunya berusaha menciptakan kondisi belajar mengajar yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah disiapkannya, tentunya tidak jarang pula guru guru harus menanggulangi gangguan-gangguan yang bersifat sementara dan ringan, mungkin juga gangguan-gangguan ini cukup serius dan terus menerus terjadi selama guru mengajar. Kondisi belajar yang kondusif akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, siswa akan lebih merasa nyaman berada dikelas dan lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan oleh seorang guru yang berada didepan kelas. Dengan begitu akan lebih mempermudah guru dalam menyampaikan pelajaran serta meningkatkan prestasi belajar siswa-siswinya. BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan tentang Upaya Guru Dalam Mengimimplementasi Pelajaran Fiqih Dalam KTSP Di Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Kota Jambi “sebagai berikut : Implementasi pembelajaran fiqh dalam ktsp di madrasah tsanawiyah negeri model kota jambi telah terlaksana tetapi kurangnya sarana prasarana didalam kegiatan pembelajaran. Ini menjadikan kendala dalam penerapan kurikulum. Dalam penerapan kurikulum waka kesiswaan dan guru mata pelajaran telah berusaha untuk menerapkan kurikulum ktsp di setiap proses pembelajaran di madrasah tsanawiyah negeri Kota Jambi. Adapun kendala yang dihadapi dalam penerapan kurikulum ktsp adalah: 1. Pembuatan rpp yang terlambat oleh guru 2. Kurangnya sarana-prasarana 3. latar belakang pendidikan siswa yang beraneka ragam Upaya yang dilakukan guru ekstrakulikuler tahfidz diantaranya: 1. Memberi pengawasan kepada guru-guru agar setiap pembelajaran sesuai dengan silabus dan rpp 2. Melengkapi sarana pendukung belajar 3. Menciptakan suasana belajar yang kondusif B. Saran-saran Melalui bab ini penulis akan memberikan saran-saran yang mudah-mudahan dapat menjadi masukan bagi guru dan orang tua. Adapun saran-saran penulis sebagai berikut: 1. Diharapkan agar guru mata pelajaran dapat menerapkan kurikulum ktsp sebagaimana mestinya. 2. Bagi pemerintah diharapkan agar dapat memenuhi sarana-prasarana C. Kata Penutup Demikianlah yang dapat penulis paparkan dalam tugas ini. Dan penulis bersyukur kepada Allah SWT atas segala limpahan Rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini Penulis menyadari bahwa tidak ada gading yang tak retak demikian pula halnya dengan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan.Untuk itu penulis mengharapkan masukan dan kritikan yang bersifat membangun sehingga tugas ini menjadi lebih baik dan dapat diterima semua pihak. Akhirnya kepada Allah SWT jualah penulis berserah diri dan semoga Allah SWT membalas jasa-jasa kepada siapa saja yang telah rela membantu penulisan dalam menyusun tugas ini sesuai dengan kadar amal perbuatannya. Jambi, 24 Juni 2013 Penulis DAFTAR PUSTAKA Diknas undang-undang sisdiknas (sistem pendidikan nasional) Jakarta,sinar grafika,2009 Isjoni,ktsp sebagai pembelajaran fisioner, bandung,alfabeta,2010 Wina sanjaya, kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta,Kencana,2010 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa,2005, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, Jakarta :Balai Pustaka Muh joko susilo,kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,Yogyakarta,Pustaka Pelajar,2007 Mukhtar, Bimbingan Skripsi, Tesis dan Artikel Ilmiah, Jambi ; Sultan Thaha Press, 2007 Amirul Hadi dan Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Bandung : Pustaka Setia, 1998 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R & D, Bandung : Alfabeta, 2007 Judul skripsi : ”Pembinaan Peserta didik Dalam Kegiatan Ekstrakulikuler Tahfidz di Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Kota Jambi ” Instrumen pengumpulan Data ( IPD ) A. Wawancara 1. Waka kurikulum - Bagaimana perencanaan kurikulum ktsp di MtsN Model Jambi? - Bagaimana penerapan kurikulum ktsp di Mtsn model Jambi? - Apa kendala dari penerapan kurikulum ktsp di Mtsn model Jambi? 2. Guru Pelatih - Bagaimana proses pembelajaran di mtsn model? - Apakah proses penerapan kurikulum ktsp telah dilaksanakan? - Apa kendala dari penerapan kurikulum ktsp di Mtsn Model Jambi? - Apa upaya yang dilakukan dalam penerapan ktsp di mts N model? 3. Siswa - Bagaimana proses pembelajaran yang di sampaikan oleh guru? - Apakah kendala pada proses pembelajaran? - Bagaimanakah upaya menanggulangi nya? B. Observasi 1. Pelaksanaan proses pembelajaran di Mts N model Kota Jambi 2. Kendala yang ditemui guru dalam menerapkan kurikulum ktsp di MTs N Model Jambi? 3. Kelengkapan fasilitas belajar bagi guru dalam membina peserta didik? 4. Upaya guru dalam meningkatkan pembelajaran di MTs N Model Jambi? C. Dokumentasi 1. Sejarah sekolah MTs N Model Jambi 2. Letak geografis MTs N Model Jambi 3. Struktur organisasi di MTs N Model Jambi 4. Jumlah inventaris untuk kegiatan ekstrakulikuler tahfidz MTs N Model Jambi DOKUMENTASI DI MTS MODEL RUANG BELAJAR DI MTS MODEL HALAMAN DI MTS MODEL

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar